Kesehatan - Korban
Jawa Tengah
71 Pasien Covid-19 Klaster Hajatan Boyolali Dijemput Petugas, Biaya Dibebankan ke Pemilik Hajatan
Beredar informasi 71 warga Ampel, Boyolali, yang dinyatakan positif Covid-19 dijemput untuk dibawa ke RSUD Moewardi Solo. Kabarnya seluruh warga tersebut terinfeksi virus corona melalui klaster hajatan.Informasi yang beredar via Whatsapp tersebut berasal dari sebuah gambar dengan narasi penjemputan warga.Penjemputan warga ampel boyolali=71 orang posif corona.. Ke rumah sakit Muwardi solo. Boyolali sudah tidak tertampung lagi. Klaster orang habis hajatan semua biaya di bebankan yang punya hajat.... Ya alloh menopo ingkang bade damel bayar ya alloh [Ya Allah apa yang mau dipakai untuk membayar]...," demikian tertulis di gambar yang beredar viral tersebut.
Sumber: WHATSAPP
Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Setelah dikonfirmasi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali, Masruri, menyatakan informasi yang beredar tidak benar.Namun, Masruri menyatakan memang ada puluhan warga Ampel, Boyolali, yang dijemput untuk menjalani tes swab. Dia juga menegaskan dari puluhan warga tersebut bukan seluruhnya berasal dari klaster hajatan namun juga berasal dari klaster pedagan pasar.Seluruh warga tersebut telah menjalani tes swab Covid-19, sedangkan saat berita ini disusun, hasil tes swab tersebut belum diumumkan. "Tidak semuanya positif, itu masih dites swab" kata Masruri.Klaster lamaran menjadi salah satu penyumbang pasien positif Covid-19 cukup banyak di Boyolali. Sebelumnya tercatat ada 15 kasus dari klaster tersebut.Munculnya klaster positif Covid-19 ini bermula dari acara lamaran yang digelar warga Gondangslamet, Ampel, Boyolali. Acara itu dihadiri seorang warga berinisial TN yang kemudian terkonfirmasi positif Covid-19 dan tercatat sebagai kasus nomor 071.TN memiliki sekitar 30 kontak erat di acara lamaran itu. Dari jumlah itu, 18 orang diambil sampel swab. Hasilnya, 15 positif dan tiga negatif. Sebanyak 15 orang kontak erat TN dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (16/7/2020).Masruri juga membantah soal seluruh biaya ditanggung yang memiliki hajatan.Bantahan juga disampaikan Camat Ampel Dwi Sundarto yang menyatakan warga di Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali dijemput tim kesehatan buntut seorang warga atau pedagang RN (kasus 072) positif Covid-19, Rabu (15/7/2020).Dikutip dari Tribunsolo.com, Senin (20/7/2020), Dwi Sundarto membantah ada 71 orang dibawa ke RSUD Moewardi Solo. Yang ada lanjut dia, sebanyak 33 orang yang menjalani swab test dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), hasilnya ada 20 positif."Jadi swab test 33 orang, positif 20 orang," ungkapnya. "Kemudian ini ada swab test lagi 42 orang hasilnya masih proses atau belum diketahui," jelas dia menekankan.
Sumber: www.solopos.com/cek-fakta-71-pasien-covid-19-klaster-hajatan-boyolali-dilarikan-ke-moewardi-hoaks-1071994
Tanggal & Jam Pendataan: 2020/07/23 11:51:46 AM GMT+7 |
|
|