Institusi - Pendidikan
DKI Jaya
Kampus PKN STAN Tutup karena Radikalisme

Beredar sebuah isu bahwa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN ditutup karena radikalisme. Narasi ini beredar di media sosial. Adalah akun facebook Michael Wibowo yang turut mengunggah sebuah tangkapan layar berisi tulisan "STAN DITUTUP KARENA RADIKALISME?". Pada tulisan itu terdapat tanda tanya. Akun facebook Michael Wibowo membuat narasi terkait tangkapan layar tersebut. Ia menilai STAN mendapat cap radikalisme. "Ini baru STAN nanti di mungkinkan pondokan akan mereka cap dgn sebutan teroris radikal... JIKA ANDA SAYANG TERHADAP INDONESIA DAN NASIB ANAK CUCU NANTI... Lawan kedzoliman dinegri ini...," bunyi penggalan tulisan yang diunggah akun Michael Wibowo, Minggu 9 Agustus 2020.

Sumber: FACEBOOK

Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Dari penelusuran, isu bahwa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN ditutup karena radikalisme, adalah salah. Faktanya, penutupan STAN sama sekali tidak terkait dengan isu radikalisme. Dilansir situs Kominfo.go.id, pihak STAN membantah isu tersebut. Pihak STAN mengatakan penutupan terkait dengan penerimaan mahasiswa baru tahun 2020. Penutupan penerimaan mahasiswa terkait dengan isu covid-19. "Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwanto menegaskan bahwa informasi mengenai kampus yang ditutup tidak benar adanya, apalagi membawa-bawa isu radikalisme sebagai alasan utamanya. Dia menegaskan bahwa info tersebut sudah pasti salah. Rahmadi sendiri mengatakan bahwa pendaftaran mahasiswa baru STAN ditutup karena kekhawatiran penyebaran Covid-19 pada saat seleksi mahasiswa baru," tulis Kominfo.go.id dalam laporannya pada Jumat 7 Agustus 2020.


Sumber: www.medcom.id/telusur/cek-fakta/nN90A5eK-benarkah-stan-ditutup-karena-isu-radikalisme-simak-faktanya

Tanggal & Jam Pendataan: 2020/08/13 10:34:25 AM GMT+7