Figur - Pejabat Daerah
DKI Jaya
Anies Baswedan Terlibat Kontrak Politik dengan HTI
Beredar sebuah narasi yang menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat kontrak politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Narasi ini beredar di media sosial facebook. Sebuah akun facebook membagikan narasi ini pada 17 September 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi. "WEDAN YAMAN KUMPULAN KADRUN JANGAN DI BIARKAN"Dalam narasi tersebut terdapat foto Anies Baswedan bersama tokoh HTI Ismail Yusanto. Juga terdapat secarik kertas kontrak politik yang bertanda tangan Anies Baswedan.
Sumber: FACEBOOK
Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Dari hasil penelusuran, klaim Anies Baswedan terlibat kontrak politik dengan HTI adalah salah. Faktanya, isu tersebut hoaks kampanye hitam yang menyerang Anies saat Pilkada DKI 2017 yang diunggah ulang. Dalam kontrak politik tersebut, terdapat kontrakAnies-Sandi yang saat itu berpasangan sebagai cagub-cawagub Pilkada DKI 2017 dengan perwakilan Forum Umat Islam (FUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menerapkan sistem syariat Islam di Ibu Kota. Surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar alias palsu. Dilansir dari Tempo.co, Anies yang saat itu calon gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017 menegaskan tandatangan di dalam kontrak tersebut bukan miliknya dan menyertakan foto tandatangan aslinya. Ia juga menyatakan tidak pernah meneken akad kontrak tersebut, dan curiga ada seseorang yang sengaja memfitnahnya. "Apakah mereka sudah sepanik itu hingga membuat fitnah-fitnah?" kata Anies. Dari hasil penelusuran, klaim Anies Baswedan terlibat kontrak politik dengan HTI adalah salah. Faktanya, isu tersebut hoaks kampanye hitam yang menyerang Anies saat Pilkada DKI 2017 yang diunggah ulang. Dalam kontrak politik tersebut, terdapat kontrakAnies-Sandi yang saat itu berpasangan sebagai cagub-cawagub Pilkada DKI 2017 dengan perwakilan Forum Umat Islam (FUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menerapkan sistem syariat Islam di Ibu Kota. Surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar alias palsu. Dilansir dari Tempo.co, Anies yang saat itu calon gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017 menegaskan tandatangan di dalam kontrak tersebut bukan miliknya dan menyertakan foto tandatangan aslinya. Ia juga menyatakan tidak pernah meneken akad kontrak tersebut, dan curiga ada seseorang yang sengaja memfitnahnya. "Apakah mereka sudah sepanik itu hingga membuat fitnah-fitnah?" kata Anies.Dilansir Detik.com, Anies menegaskan bahwa surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar alias palsu. Anies menduga ada pihak yang sengaja membuat dan mengedarkan surat dengan tanda tangan palsu itu untuk kampanye hitam. "Ini Fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," kata Anies dilansir Detik.com.
Sumber: www.medcom.id/telusur/cek-fakta/gNQGqMwk-cek-fakta-anies-terlibat-kontrak-politik-dengan-hizbut-tahrir-indonesia
Tanggal & Jam Pendataan: 2020/09/18 15:16:05 PM GMT+7 |
|
|