Figur - Negarawan
DKI Jaya
Video Penampakan Buzzer yang Dibayar Puluhan Miliar Siap Tempur Kumpul di Istana

Beredar sebuah video memperlihatkan sejumlah orang di dalam satu ruangan. Video itu beredar di media sosial. "Kita kumpul lagi, kita tempur lagi," kata salah seorang di dalam video berdurasi 24 detik itu.Adalah akun facebook Fhana yang turut mengunggah video tersebut. Akun itu membuat narasi bahwa video itu memperlihatkan sejumlah buzzer yang sedang berkumpul di Istana. Akun itu menyebutkan sejumlah nama yang hadir dalam pertemuan itu. Akun itu menilai para buzzer tersebut jahat dan licik. Pasalnya para buzzer itu dikasih uang miliaran rupiah untuk adu domba. Berikut narasi selengkapnya "```Luar Biasa Jahat dan Licik Rezim ini``` Mereka kumpul di Istana, pasca Panglima konpers... Rudi Kamri cs .. ada Deni Siregar, Gun Romli, Ade Armando Irma s Chaniago Budiman sujatmiko dkk... ( Kumpulan Buzzer Pengadu Domba Berkumpul Untuk Tempur? ) Uang puluhan Miliar milik Rakyat dikasih ke mereka oleh rezim hanya bertugas untuk membuat fitnah, mengadu domba sesama Rakyat !!!," tulis akun facebook Fhana, Kamis 19 November 2020.

Sumber: MEDIA SOSIAL

Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Dari penelusuran, klaim bahwa video itu memperlihatkan perkumpulan para buzzer di istana dan mereka dibayar puluhan miliar untuk mengadu domba rakyat, adalah salah. Faktanya, video itu memperlihatkan sejumlah mantan petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.Pria yang membuat vlog-Blogging atau vlog itu ialah Benny Rhamdani. Ia merupakan salah satu mantan Direktur Kampanye TKN dari Partai Hanura. Benny mengaku ada pertemuan di Istana Presiden dengan Presiden Jokowi, baru-baru ini. Namun ia membantah keras narasi yang dibuat akun facebook Fhana. "1.000 persen hoaks kalau dikatakan buzzer," kata Benny saat dikonfirmasi Medcom.id, Jumat 20 November 2020.Menurut Benny, video itu merupakan ajang reuni para mantan petinggi TKN dengan Presiden Jokowi di Istana. Benny menjelaskan diksi "tempur" yang diucapkannya dalam video tersebut. "Kami menggunakan diksi tempur sebagai cara memperkuat program-program untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah yang dikomandoi Presiden Jokowi. Kami sangat ingin mengawal program Jokowi agar bisa sesuai dengan harapan rakyat Indonesia," tegas Benny yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).Para mantan petinggi TKN yang hadir di berasal dari sejumlah partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma;ruf. Di antaranya Budiman Sudjatmiko, Inas Nasrulllah Zubir, Ade Irfan Pulungan, Maman Imanul Haq dan Irma Suryani Chaniago.


Sumber: www.medcom.id/telusur/cek-fakta/0kp42zqk-video-penampakan-buzzer-yang-dibayar-puluhan-miliar-siap-tempur-kumpul-di-istana-ini-faktanya

Tanggal & Jam Pendataan: 2020/11/23 10:19:53 AM GMT+7