Institusi - Polri & TNI
DKI Jaya
Pangdam Jaya Mengaku Diperintah Jokowi untuk Menyerang Ulama

Beredar sebuah artikel berita yang berisi Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman memgaku diperintah Presiden Joko Widodo untuk menyerang ulama dan umat Islam. Narasi beredar di media sosial facebook. Akun facebook atas nama MasiSsa AhMad membagikan artikel ini pada 23 November 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi. "Akhirnya keluar juga pengakuan yang sangat jujur dari Mulutnya seorang TNI mayjen Dudung Abdurrachman itu. ADU DOMBA adalah salah satu ciri-ciri yang suka di lakukan oleh Orang2 PKI, dan hal itu sering di lakukan oleh Jokowi bersama Teman2nya sesama Orang2 PKI itu"

Sumber: FACEBOOK

Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Dari hasil penelusuran, klaim Pangdam Jaya diperintah Jokowi untuk menyerang ulama dan umat Islam adalah salah. Faktanya, artikel tersebut hasil suntingan dari berita sebenarnya. Dalam artikel tersebut, menggunakan kutipan foto yang salah. Foto dalam berita tersebut adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bukan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman. Adapun foto tersebut adalah momen saat Panglima TNI melepas jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi anggota Satgas Kizi Konga XX-Q/Monusco misi PBB. Almarhum gugur ditembak kelompok bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) saat bertugas mengirimkan logistik ke Temporary Operation Base (TOB) di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada 22 Juni 2020. Dilansir Tribunnews.com, Pangdam Jaya membantah pencopotan baliho bergambar Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dudung mengatakan tindakannya tersebut adalah keputusannya sebagai Panglima di wilayah Kodam Jayakarta. "Oh tidak ada. Saya bertanggung jawab langsung yang di Jakarta. Tidak ada hubungannya dengan presiden. Tidak ada sama sekali," kata Dudung. Namun demikian sebelumnya ia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya terkait keputusannya mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab di sejumlah wilayah di Jakarta.Dilansir Detik.com, Dudung menegaskan tidak ada yang boleh mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI. Dudung meminta Habib Rizieq Syihab (HRS) tidak merasa mewakili umat Islam. "Jangan coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa bahwa dia (HRS) mewakili umat Islam, tidak semua, banyak umat Islam yang berkata, berucap, dan bertingkah laku baik," kata Dudung dilansir Detik.com. Dudung kemudian mengatakan pencopotan baliho Habib Rizieq Syihab merupakan perintahnya. Dia menyebut baliho itu beberapa kali diturunkan tapi dipasang lagi. "Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," sebut dia.


Sumber: www.medcom.id/telusur/cek-fakta/JKRAnp7k-cek-fakta-pangdam-jaya-mengaku-diperintah-jokowi-untuk-menyerang-ulama-ini-faktanya

Tanggal & Jam Pendataan: 2020/11/24 15:27:45 PM GMT+7