Figur - Negarawan
DKI Jaya
Jokowi Tak Mau Divaksin Duluan

Beredar kabar yang menyebutkan Presiden Joko Widodo tidak bersedia disuntik vaksin virus korona baru (covid-19) lebih dulu. Kabar ini beredar di media sosial. Adalah akun Facebook Arteria Fransiskus turut membagikan kabar itu pada laman grup publik MENGUPAS KEBUSUKAN POLITIK yang memiliki anggota sebanyak 18,5 ribu akun. Berikut narasi yang beredar: "Netralnews di BaBe:Jokowi Tak Mau Disuntik Vaksin Duluan, Tak Disangka Begini Respon HNW*PRESIDEN JOKOWI AJA NGGAK MAU DI SUNTIK VAKSIN CORONA, KOK MAU DI UJI COBAKAN KE RAKYAT, JEBAKAN REZIM CEBONG DAN CHINA KOMUNIS UNTUK MEMBUNUH RAKYAT NKRI SECARA PELAN-PELAN MELALUI SUNTIK VAKSIN**Waspada jaga anak2 kita dan siswa siswi kita, jangan mau di suntik Vaksin, ini hanya bisnis kacung China*Klik untuk baca artikel:https://share.babe.news/s/echSNrmQvR*Share ke temen, saudara yg anda punya,selamatkan saudara kt dari kebiadapan Rezim!!!*"

Sumber: FACEBOOK

Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Presiden Jokowi tidak mau disuntik vaksin covid-19 duluan adalah hoaks. Faktanya, Presiden Jokowi menegaskan dirinya akan menjadi penerima pertama vaksin covid-19. Dilansir kanal resmi YouTube Sekretariat Presiden melalui video berjudul "Presiden Jokowi: Vaksin Covid-19 Gratis!" diunggah pada 15 Desember 2020, Jokowi mengatakan bahwa dirinya selaku Kepala Negara akan menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama kali. Hal ini untuk menepis keraguan masyarakat akan keamanan vaksin yang disediakan. "Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali, hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman" tegas Jokowi. Selain itu, Presiden tetap mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan secara berkala.


Sumber: www.medcom.id/telusur/cek-fakta/gNQ58mnN-cek-fakta-benarkah-jokowi-tak-mau-divaksin-duluan-ini-faktanya

Tanggal & Jam Pendataan: 2020/12/21 15:56:50 PM GMT+7