Institusi - Polri & TNI
Nusa Tenggara Barat
Data Pengurus FPI oleh Intelkam Polda NTB
Beredar pada Whatsapp surat yang di dalamnya terdapat data pengurus FPI, tokoh afiliasi, simpatisan dan kontra terhadap FPI di wilayah hukum Polda NTB yang mencatut Direktorat Intelkam NTB. NARASI:“KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIADAERAH NUSA TENGGARA BARATDIREKTORAT INTELKAMDATA PENGURUS FRONT PEMBELA ISLAM (FPI), TOKOH AFILIASI, SIMPATISAN DAN KONTRA TERHADAP FPI DI WILKUM POLDA NTB.I. Provinsi NTBA. Pengurus Organisasi Masyarakat FPI di Provinsi. NTB diresmikan/dilantik pada hari Minggu tanggal 16 Desember Tahun 2018 bertempat di Ponpes Ihya Ulumuddin alamat Dusun Kebon lauq Desa Masbagik Sel. Kec. Masbagik Kab. Lombok TimurB. Struktur Organisasi pengurus DPD FPI di Prov. NTB sebagai berikut Imam : TGH ABDUL FATTAH ZEIN Penasehat: H. MAKMUM MOERAD Ketua Tanfidzi: HABIEB HARUN MULACELA Sekertaris: Ustad AMRILLAH .S.Kom Panglima FPI: H. AHMAD YANI Ketua HILMI FPI: Ustad BAKAL BAGES Ketua Mujahidah Pembela Islam: WARDAH AL HABSYI”Selengkapnya digambar
Sumber: WHATSAPP
Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Data Pengurus Front Pembela Islam atau FPI, tokoh afilisasi, simpatisan, dan kontra FPI yang menggunakan kop Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda NTB yang beredar di media sosial dipastikan merupakan hoaks.Data yang beredar itu bukan diterbitkan oleh Dit Intelkam. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto menyebutkan, setelah mengetahui penyebaran data tersebut khususnya melalui grup WhatsApp (WA), pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dit Intelkam Polda NTB yang dicatut namanya. “Jadi, itu hoaks. Sekali lagi, data yang beredar secara masif itu saya pastikan dan nyatakan sebagai data hoaks, bukan bersumber dari Dit Intelkam Polda NTB dan saat ini sedang didalami Tim Cyber Crime,” tegasnya. Dikatakan, data lengkap yang memuat struktur kepengurusan, tokoh, organisasi, dan pondok pesantren (ponpes) yang berafiliasi dan kontra tersebut, dapat meresahkan dan mengganggu situasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Data dalam format pdf itu juga sempat beredar dan berpolemik di grup WA khusus “MITRA HUMAS POLDA NTB”.“Imbauan ini sudah sering saya sampaikan, mari bersama kita menjaga kondusivitas wilayah NTB yang kita cintai ini, dengan bijak dalam memanfaatkan media sosial. Jangan hanya karena jentikan jari, membawa masalah bagi diri kita dan orang lain,” imbaunya. Pamen Polri melati tiga itu juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTB yang menggunakan aplikasi media sosial agar senantiasa menyaring dan memastikan kebenaran informasi yang diterima, sebelum menyebarkannya.“Karena terkadang apa yang kita share di media sosial itu berdampak tidak atau kurang baik, bahkan juga bisa mendatangkan petaka bagi orang lain,” ujarnya. Senada, Direktur Intelkam Polda NTB Kombes Pol. Drs. Susilo R. Irianto juga menyatakan hal yang sama l. Menurutnya, banyak kejanggalan dalam data yang tersebar tersebut.“Itu bukan dari Polda, sudah kita cek, tanda tangan tidak benar dan bentuk data, format data, apalagi isinya sepertinya asal, dan itu tidak bener dari Polda (hoaks),” tegasnya. Susilo mengatakan bahwa maraknya penyebaran berita atau informasi hoaks, yang terjadi sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman yakni bertebaran “Fitnah Dajjal”..“Adu domba sana-sini untuk timbulkan kegaduhan, permusuhan, dan konflik. Harus banyak-banyak kita tabayyun, untuk menjaga Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniah, dan Ukhuwah Basyariyah,” ungkapnya.
Sumber: radarlombok.co.id/data-intelkam-terkait-fpi-beredar-di-medsos-polisi-itu-hoaks.html
Tanggal & Jam Pendataan: 2021/01/08 09:56:41 AM GMT+7 |
|
|