Kesehatan - Pandemi
Eropa Barat
Pandemi Flu Spanyol Disebabkan Pneumonia Bakteri yang Berasal dari Masker

Sebuah tulisan panjang terkait pandemi flu Spanyol dan pemakaian masker beredar di Facebook. Tulisan itu mengklaim panemi flu Spanyol bukan disebabkan oleh virus, melainkan oleh bakteri yang memicu pneumonia. Tulisan ini juga menyebut penggunaan masker yang berkepanjangan akan menimbulkan gejala keracunan CO2.Menurut tulisan tersebut, pemakaian masker membuat tubuh kekurangan oksigen. "Efek lainnya selain sistem imun menjadi lemah, sel-sel tubuh yang kurang oksigen akan terjadi kelainan pertumbuhan karena lingkungan kimiawi biologis yang tidak sehat sehingga tumbuh menjadi tumor, kanker dst," demikian narasi dalam tulisan itu.Tulisan tersebut diunggah oleh akun ini pada 1 Februari 2021. Akun itu melengkapi tulisan tersebut dengan gambar yang memuat teks "I see brainwashed people, they don't know they're brainwashed".

Sumber: MEDIA SOSIAL

Info Yang Benar / Konten Aslinya:
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pandemi influenza 1918 atau yang kerap disebut pandemi flu Spanyol disebabkan oleh virus H1N1 dengan gen yang berasal dari unggas. Meskipun tidak ada konsensus universal mengenai dari mana virus itu berasal, virus tersebut menyebar ke seluruh dunia selama 1918-1919.CDC menjelaskan, ketika pandemi flu Spanyol terjadi, memang banyak ahli kesehatan yang mengira penyakit itu disebabkan oleh bakteri yang disebut "Pfeiffer's bacillus", yang sekarang dikenal sebagai Haemophilus influenzae. Namun, hal tersebut dikarenakan tidak adanya tes diagnostik ketika itu yang bisa menguji infeksi influenza. Dokter tidak mengetahui adanya virus influenza.Dilansir dari AFP, sejarawan Universitas Sydney yang memiliki spesialisasi dalam kedokteran dan teknologi, Peter Hobbins, mengatakan otopsi yang dilakukan pada pasien yang meninggal karena flu Spanyol menunjukkan penyebab utama kematian adalah terisinya paru-paru oleh cairan, baik karena penyakit atau respons imun tubuh yang terlalu aktif terhadap infeksi.Menurut Hobbins, penyebab sebenarnya pandemi flu Spanyol pada 1918 adalah strain baru virus Influenza A (H1N1). Dia menambahkan upaya di seluruh dunia telah dilakukan untuk membuat vaksin. Namun, ketika itu, tidak ditemukan secara jelas apa "agen penyebabnya, karena mikroskop yang digunakan tidak cukup bagus untuk melihat virus".Dikutip dari Reuters, pada Oktober 2020, beredar klaim palsu bahwa, selama pandemi flu Spanyol, orang meninggal akibat pneumonia bakteri dari masker. Klaim itu juga menyebut bahwa direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci, mengetahui hal itu dan menuliskannya dalam sebuah penelitian pada 2008.Menurut Reuters, klaim tersebut keliru. Pada 2008, Fauci memang menerbitkan riset terkait pandemi flu Spanyol. Namun, pneumonia bakteri yang ia maksud dalam riset itu didahului oleh virus influenza. "Bukti yang kami teliti mendukung skenario di mana kerusakan akibat virus diikuti oleh pneumonia bakteri yang menyebabkan sebagian besar kematian." Penelitian ini pun tidak menyinggung soal masker.


Sumber: cekfakta.tempo.co/fakta/1247/keliru-klaim-pandemi-flu-spanyol-disebabkan-pneumonia-bakteri-yang-berasal-dari-masker

Tanggal & Jam Pendataan: 2021/02/19 08:33:56 AM GMT+7