proSched - Background

Overview Features Packages Users Screenshots

Semua perusahaan selalu mengharapkan produktifitas karyawan. Dan hal itu selalu dimulai dengan disiplin dalam hal kehadiran. Biasanya perusahaan dalam melakukan sistem komputerisasi absensi hanya berkonsentrasi pada pencatatan kehadiran (jam masuk dan jam keluar). Padahal cara tersebut tidak lebih sekedar melakukan pencatatan kehadiran secara elektronik.

Sebenarnya selain mencatat jam masuk dan jam keluar banyak hal lain yang berkaitan langsung dengan produktifitas kerja justru menjadi terabaikan disebabkan oleh lemahnya koordinasi jadwal kerja. Tentu kesalahan dalam hal ini akan mengakibatkan ketimpangan kerja yang berakibat menurunnya produktifitas:
  • Penjadwalan kerja (Shift Schedule) tidak hanya menyangkut pengelompokan tugas tetap juga teamwork. Sehingga kombinasi staff yang kondusif dan saling mengisi akan mencapai hasil yang maksimum.
  • Rencana Cuti karyawan yang tidak terkoordinir mengakibatkan kurangnya staff sesuai yg diharapkan sehingga hal ini akan berakibat timpangnya shift kerja pada saat itu.
  • Overtime management, hal yang sering kali menjadi masalah antara karyawan dan management adalah tentang overtime dimana sekalipun telah diterapkan prosedur akan tetapi dengan tidak adanya koordinasi antar department, kurang lengkapnya data, sistem yang baku dan kaku sering mengakibatkan masalah ini tidak terselesaikan atau dituntaskan hanya secara sepihak.
  • Perubahan jadwal, seiring dengan tuntutan pelayanan yang baik terhadap pelanggan terkadang mengharuskan perubahan jadwal yang sangat mendadak akan tetapi lalu hal itu menjadi masalah karena karyawan dianggap mangkir kerja hanya karena bagian HRD hanya menerima jadwal lama.