Dimers sadari dan kamu juga sadari, pada umumnya idiom Pendis adalah bagai beban keluarga dan juga beban masyarakat dimana saat melihatnya lalu timbul rasa iba dan ingin membantu karena begitu pula citra yang terbentuk pada diri Pendis, ia minta dibantu (walau memang ia perlu dibantu),

Tetapi lalu pernah kah kita bertanya-tanya? mengapa Pendis perlu dibantu? DiMA tahu jawabannya, dan ini fakta, yaitu Pendis belum cukup diberdayakan namun bila ini dibahas hasilnya selalu hanya polemik: Pendis menganggap Pemerintah kurang perhatian lah, aksesibilitas kurang baik, ini kurang itulah dan itu kurang inilah. Sadarkah kita bahwa bila kita selalu hanya anggap semua kurang ini kurang itu dan faktanya belum ada jalan keluar lalu akhirnya solusi bagi Pendis lagi-lagi akan mandeg terbengkalai begitu saja, lalu Pendis yang harus sabar menunggu?.

Bahkan Kewajiban merekrut Disabilitas sebanyak 2% dari jumlah pegawai banyak belum dipenuhi perusahaan pemerintah dan seringkali dengan 3 dalih klise:

  • Ilmu disabilitas yang dianggap belum mumpuni
  • Bidang kerja yang lowong tidak laik bagi disabilitas
  • Fasilitas kantor tidak laik akses bagi disabilitas atau Not Difable Friendly
Dengan segala masalah diatas, dan idiom bahwa Pendis justru akan jadi masalah maka acap kali hasilnya adalah penundaan perekrutan dengan bahasa halus:
  • Sedang diupayakan
  • Sedang dibenahi
  • Sedang dikoordinasikan
  • Benturan regulasi
  • Tidak ada budget, lihat tahun depan
  • dan segala alasan lain

Padahal fakta yang tidak bisa ditunda adalah Pendis butuh makan, keluarga Pendis perlu dinafkahi, Pendis butuh hidup layak. Bukan saat sekarang tapi sudah dari dulu-dulu, lalu sampai kapan harus menunggu kalau lagi-lagi ditunda.

Itu sebabnya DiMA ingin memberdayakan Pendis dan mengajak Pendis untuk bangkit, mari proaktif, mari maju, mari berkarya dan cara yang paling feasible, paling mungkin dilakukan ya dengan Telematika, tunjukkan bahwa Disables bisa ... dan itu UNTUK NEGERI kita tercinta, Indonesia.
Mengapa DiMA yakin itu solusinya? pandemi yang baru berlalu sudah jadi bukti pada 2 tahun ini ternyata banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan Work From Home. Dengan Telematika maka Dimers bisa berkerja optimal bahkan pada kantor yang tidak ada aksesibilitas bagi Disabilitas sekalipun, bahkan tidak perlu transport. Dan ini akan menepis 3 alasan klise menolak Disabilitas yang tadi sudah dijelaskan.

Kalau pemerintah belum cukup membantu jangan kita selalu salahkan, biarlah itu tetap menjadi hutang kinerja Kemensos, KemenBUMN, Kemkominfo serta kementrian lainnya untuk memikirkan solusinya dan semoga tidak lagi-lagi terbentur dibalik jargon masih diolah/diupayakan yang entah sampai kapan.

Jadi bila kementerian belum bisa bantu disabilitas, mari Pendis mencoba untuk tidak merengek, mari dibalik, mari tunjukkan bukti, Disabilitas yang bisa bantu Kementrian, mari kita lakukan ini, Untuk Negeri.

Silakan simak juga:
Tentang DiMA Makna Logo
Makna DiMA
Tanya Jawab
Beri dukungan Info Situs