|
Sri Maryati (Sri) Sri tinggal di Pondok Cabe Ilir, Tangsel, Banten. Sama seperti suaminya, Sri juga menjadikan profesinya sebagai atlet Bulutangkis sebagai tempatnya mencari nafkah. Sri mengalami disabilitas saat ia berumur 2 tahun, saat itu aktifitas dia semua normal, lucu dan lincah bagai balita lainnya. Kemudian ia demam membuat badannya lemas lunglai. Saat itu keluarganya tidak ada yang tau bahwa demam tersebut akibat virus polio yang kemudian melumpuhkan kakinya. Setelah demamnya berlalu kakinya tidak berfungsi seperti biasanya lagi namun Sri kecil tetap tabah dan ikhlas menjalani takdirNYA dan terus tumbuh cantik dan dewasa hingga seperti sekarang ini. Sri mengenal olahraga Bulutangkis sejak tahun 2011 dan seperti pada umumnya atlet itu juga yang menjadi hobinya. apalagi prestasinya terbilang begitu gemilang, coba lihat saja:
Hobi Sri yang lainnya adalah crocheting dan tatting dan dia sudah membuat bermacam karya yang juga bisa untuk kehidupan sehari-hari. DiMA yakin bahwa wanita dengan kemampuan seperti itu pasti telaten sabar dan kreatif. Harapan Sri adalah melakukan usaha atau kegiatan yang pada akhirnya bisa memberikannya passive income, dengan demikian dia bisa lebih berkonsentrasi di bulutangkis. Dia senang di DiMA karena bisa mengenalkan dia pada hal yang baru. Dia selalu berdoa semoga di kemudian hari lebih banyak orang yang tertolong dengan adanya DiMA. |